.

Harapan Belawan menjadi pelabuhan ramah lingkungan

oleh : Hambali Batubara

Sabtu, 18/10/2008 10:09 WIB

Operasional pelabuhan akan membawa dampak terhadap lingkungan laut khususnya dampak terhadap perubahan komponen fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

Tak dipungkiri, aktivitas di pelabuhan memberikan dampak kepada pemanfaatan sumber daya alam berupa ruang lahan, perairan, dan udara yang akan tercemar oleh polusi air buangan dan polusi udara hasil dari bahan bakar laut, serta aktivitas lainnya yang berada di pelabuhan.

Indonesia dengan kondisi lingkungan laut yang unik diatur khusus agar jangan menyimpang dari ketentuan internasional, seperti Oipol 1954 dan konvensi internasional pencegahan polusi dari kapal (Marpol 1973/1978).

Selain itu terdapat sejumlah kebijakan lingkungan perairan pelabuhan sebagai dasar hukum secara nasional dan international, seperti Konvensi Hukum Laut 1982 (Unclos III), UU No. 17/1985 tentang Pengesahan Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982, UU No. 21/ 1992 tentang Pelayaran, UU No. 6 /1996 tentang Perairan, UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Terkait dengan hal itu, Komisaris Pelindo I Abdul Razak Manan mengatakan Pelabuhan Belawan sudah selayaknya memasuki wilayah pelabuhan yang ramah lingkungan bersertifikat ISO 14001. Hal ini untuk mendukung kebijakan dunia internasional yang mulai menggalakkan pelabuhan ramah lingkungan dan bersertifikat ISO 14001.

“Karena banyak memberi keuntungan bagi pihak yang berkepentingan dengan pelabuhan,” katanya pada workshop Pengelolaan Lingkungan Pelabuhan Belawan di Medan, pekan ini.

Namun, Indonesia baru ada tiga pelabuhan yang mendapat pengakuan penerapan ISO 14001, yakni Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Benoa.

Pelabuhan yang telah mendapat ISO 14001 akan memberikan kenyamanan bagi pengguna, misalnya, perusahaan asuransi akan memberikan proteksi penuh terhadap kapal yang bersandar di pelabuhan tersebut.

Selain itu, imbuh Manan, produk yang dikeluarkan pelabuhan akan memiliki daya saing dan serap di pasar internasional (pasar dari negara-negara yang menerapkan ISO 14001 sebagai salah satu persyaratan).

Komitmen

Untuk menuju ke arah pelabuhan bersertifikat ramah lingkungan itu, Pelabuhan Belawan perlu pembenahan, komitmen pimpinan, dan anggaran. Selama ini, Pelindo I hanya menyiapkan dana Rp 1,4 miliar untuk delapan pelabuhan dalam pemantauan lingkungan. “Dana ini cukup kecil,” kata Manan.

Dalam hal ini, Pelabuhan Belawan telah menyediakan dana sebesar Rp300 juta dan menargetkan secepatnya dalam 1 tahun terealisasi.

Syamsul Arifin, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Sumatra Utara, mengatakan untuk menuju pelabuhan yang ramah lingkungan, Belawan harus memiliki tempat pembuangan limbah (TPL), baik dari kapal maupun industri yang berada di kawasan Pelabuhan Belawan.

Saat ini ada sekitar 35 industri seperti penampungan CPO, pupuk, dan semen di lingkungan Belawan. “Ke mana mau dibuang limbah tersebut, apa harus ke laut. Karena itu perlu pembuangan limbah terpadu,” katanya.

Syamsul menambahkan perlu juga langkah menghijaukan sisi pengantar ke pelabuhan. Jalan-jalan dan tempat-tempat sekitar pelabuhan bisa ditanami perpohonan untuk menimalisasi dampak polusi lingkungan yang terjadi.

Dia menilai dengan kondisi saat ini selambatnya pada 5 tahun ke depan Pelabuhan Belawan yang ramah lingkungan terwujud. Adapun soal dana, bisa dikumpulkan dari pemerintah, Pelindo, dan pihak swasta yang berada di sekitar pelabuhan. ” Semua bisa dilibatkan karena sama-sama mendapatkan untung,” tambahnya.

Administratur Pelabuhan Belawan Jimmy Nikijuluw berpendapat strategi yang digunakan untuk menuju pelabuhan yang ramah lingkungan ada dua. Pertama, analisa dampak lingkungan, kedua kajian bahan kimia berbahaya.

Iklan

1 Komentar

  1. […] Baca Lanjut >>> […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s